
Bukan hanya melalui lisan dan majelis, Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani juga meninggalkan warisan hikmah lewat kitab-kitab dan wasiat-wasiatnya. Kata-kata beliau hidup dan menyala, menembus zaman, membakar hati yang lalai, dan menuntun ruh yang merindukan Tuhannya.
Futuh al-Ghaib: Pembuka Tirai Kehidupan Ruhani
Kitab ini adalah kumpulan 78 khutbah ruhani yang disampaikan beliau. Setiap kalimatnya ibarat cambuk cinta yang membangunkan jiwa. Beberapa kutipan penuh hikmah:
> “Wahai manusia, engkau adalah kain kafan bagi nafsumu. Jika engkau tidak membersihkannya dengan dzikir, maka akan terus membusuk dalam syahwat dunia.”
> “Ridhalah pada Allah dalam setiap hal. Jangan mengatur-Nya dalam doamu. Biarkan Dia memilihkan yang terbaik.”
Kitab ini tidak hanya mendidik, tetapi menyucikan, membawa pembacanya ke dalam maqam tawakal, fana, dan mahabbah.
Al-Fath ar-Rabbani: Percikan Cahaya dari Majelis Suci
Berisi ceramah-ceramah beliau yang ditulis muridnya saat beliau mengajar. Gaya bahasanya lebih praktis, menyentuh kehidupan sehari-hari. Ia menjawab pertanyaan seperti:
Bagaimana cara sabar dalam ujian?
Apa ciri hati yang sudah mati?
Bagaimana mengenali bisikan syaitan?
> “Jangan tertipu oleh pujian manusia. Itu bukan kemuliaan. Kemuliaan adalah saat hatimu tunduk di hadapan Tuhanmu dalam kesendirian.”
Kitab ini menjadi cermin bagi para pencari jalan, sekaligus obat bagi hati yang luka karena dunia.
Wasiat-Wasiat Ruhani: Surat Cinta dari Seorang Wali
Beliau juga dikenal memberikan wasiat-wasiat pribadi kepada murid-muridnya. Salah satu wasiat yang terkenal adalah:
> “Jangan engkau campur amalanmu dengan riya. Sebab setiap amal yang ingin dilihat makhluk, akan ditolak oleh Khaliq.”
Wasiat beliau sering ditulis dalam bentuk pendek, tajam, dan langsung menembus hati. Bagaikan pedang yang mengiris nafsu.
—
Refleksi Diri Kita Hari Ini:
Sudahkah kita membaca satu halaman dari kitab-kitab para wali?
Apakah kita mencari hikmah dalam hidup, atau sekadar hiburan?
Sejauh mana kita menjadikan wasiat mereka sebagai kompas jiwa?
—




Tinggalkan komentar