“Jejak Wali Qutb: Seri Kehidupan dan Hikmah Tuan Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani
Syekh Abdul Qodir AL-jaelani

Mukadimah: Menyambut Perjalanan Ruhani

Di tengah hiruk-pikuk dunia yang semakin bising, manusia modern merindukan sesuatu yang hening. Sebuah tempat sunyi di dalam hati, di mana ruh bisa bersujud dan jiwa bisa bersandar. Di jalan itulah kami mengundangmu untuk memulai sebuah perjalanan sunyi — bukan sendirian, tapi bersama murobi, pembimbing ruhani, yang telah menapaki jalan ini jauh sebelum kita lahir.

Tuan Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani, seorang wali agung, ulama besar, dan pewaris sejati dari warisan kenabian, adalah sosok yang tak hanya hidup dalam lembaran sejarah, tetapi juga dalam hati mereka yang rindu kepada Allah. Beliau bukan hanya seorang guru, tetapi cahaya penunjuk di tengah gelapnya zaman.

Melalui seri tulisan ini, kami ingin mengajakmu menelusuri jejak beliau:

dari kisah masa kecilnya yang penuh keajaiban,

jalan panjang pencarian ilmunya,

laku spiritual yang mencerminkan cinta sejati kepada Allah,

hingga warisan ajaran-ajaran yang terus hidup di dada para salik (penempuh jalan ruhani).

Ini bukan sekadar kajian sejarah atau kumpulan kisah karomah. Ini adalah undangan untuk mengenal seorang wali qutb, poros para wali, dan mengambil pelajaran ruhani dari hidup beliau. Kami percaya, siapa pun yang menapaki kisah beliau dengan hati terbuka, akan menemukan cermin bagi jiwanya sendiri.

Semoga setiap kata yang tertulis, menjadi lentera bagi perjalanan sunyi kita menuju-Nya.

> “Hiduplah di dunia ini seakan-akan engkau seorang asing atau seorang pengembara.”
— Hadis Nabi SAW yang sangat diyakini dan dihayati oleh para wali seperti beliau.


Eksplorasi konten lain dari Langkah Sunyi di Jalan Pulang

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Saya adalah seorang jamaah dari Abuya KH. Amin Yusuf, pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda yang terletak di Kampung Kandang. Di bawah bimbingan beliau, saya belajar menapaki jalan Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN)—sebuah jalan ruhani yang menuntun hati untuk selalu hadir bersama Allah dalam setiap detik kehidupan.

Perjalanan ini bukan sekadar belajar ilmu, tetapi juga mendidik hati, membentuk adab, dan menyelami makna kehidupan sejati. Di pesantren, Abuya mengajarkan bahwa ilmu bukan hanya dihafal, tapi harus dihayati dan diamalkan. Dengan pendekatan thariqah yang halus namun dalam, saya belajar untuk memperbaiki diri, mengenal Tuhan, dan mencintai Rasulullah ﷺ dengan sebenar-benarnya cinta.

Melalui website ini, saya ingin mendokumentasikan perjalanan spiritual saya—bukan untuk menggurui, tetapi untuk berbagi. Barangkali ada secercah hikmah yang bisa dirasakan oleh siapa pun yang sedang mencari jalan menuju-Nya.

Let’s connect

Eksplorasi konten lain dari Langkah Sunyi di Jalan Pulang

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca