
Mukadimah: Menyambut Perjalanan Ruhani
Di tengah hiruk-pikuk dunia yang semakin bising, manusia modern merindukan sesuatu yang hening. Sebuah tempat sunyi di dalam hati, di mana ruh bisa bersujud dan jiwa bisa bersandar. Di jalan itulah kami mengundangmu untuk memulai sebuah perjalanan sunyi — bukan sendirian, tapi bersama murobi, pembimbing ruhani, yang telah menapaki jalan ini jauh sebelum kita lahir.
Tuan Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani, seorang wali agung, ulama besar, dan pewaris sejati dari warisan kenabian, adalah sosok yang tak hanya hidup dalam lembaran sejarah, tetapi juga dalam hati mereka yang rindu kepada Allah. Beliau bukan hanya seorang guru, tetapi cahaya penunjuk di tengah gelapnya zaman.
Melalui seri tulisan ini, kami ingin mengajakmu menelusuri jejak beliau:
dari kisah masa kecilnya yang penuh keajaiban,
jalan panjang pencarian ilmunya,
laku spiritual yang mencerminkan cinta sejati kepada Allah,
hingga warisan ajaran-ajaran yang terus hidup di dada para salik (penempuh jalan ruhani).
Ini bukan sekadar kajian sejarah atau kumpulan kisah karomah. Ini adalah undangan untuk mengenal seorang wali qutb, poros para wali, dan mengambil pelajaran ruhani dari hidup beliau. Kami percaya, siapa pun yang menapaki kisah beliau dengan hati terbuka, akan menemukan cermin bagi jiwanya sendiri.
Semoga setiap kata yang tertulis, menjadi lentera bagi perjalanan sunyi kita menuju-Nya.
> “Hiduplah di dunia ini seakan-akan engkau seorang asing atau seorang pengembara.”
— Hadis Nabi SAW yang sangat diyakini dan dihayati oleh para wali seperti beliau.




Tinggalkan komentar