
Artikel ini melanjutkan serial pemikiran ruhaniyah Abuya Muhammad Amin Yusuf mengenai peran para malaikat dalam kehidupan manusia. Fokus kali ini adalah Malaikat Israfil. Dalam pemahaman syariat, Israfil dikenal sebagai malaikat peniup sangkakala di hari kiamat. Namun menurut Abuya, Israfil telah mulai meniup “kiamat batin” dalam diri manusia sejak sekarang.
1. Siapa Malaikat Israfil?
Secara umum, Israfil bertugas meniup sangkakala di Hari Kiamat. Namun dalam pemahaman Abuya Muhammad Amin Yusuf, sangkakala ini bukan hanya akan ditiup secara fisik pada akhir zaman, tapi telah dan sedang ditiup dalam kehidupan manusia sehari-hari.
“Israfil adalah malaikat yang meniup perubahan besar dalam diri manusia. Kiamat tidak hanya peristiwa kosmik, tapi juga peristiwa ruhani dalam hati dan jiwa kita.”
2. Dalil Al-Qur’an dan Hadis
“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka bangun (dari kuburnya) menunggu (keputusan Allah).” (QS. Az-Zumar: 68)
Dalam tafsir sufi, ayat ini juga dimaknai sebagai simbol kehidupan spiritual:
- Tiupan pertama: kehancuran ego dan hawa nafsu
- Tiupan kedua: kebangkitan ruh dan kesadaran hakiki
3. Menurut Abuya: Israfil dan Kiamat Batin
Abuya Muhammad Amin Yusuf mengajarkan bahwa:
- Israfil bertugas meniupkan fana (kehancuran diri palsu) dan baqa (kelahiran ruhani)
- Setiap manusia akan mengalami “kiamat pribadi”, yaitu kehancuran rasa kepemilikan, ego, nafsu duniawi
- Tiupan Israfil hadir dalam bentuk ujian berat, kehilangan, hidayah, atau kesadaran mendalam yang mengubah hidup seseorang
“Israfil meniupkan kehancuran pada dunia semu dalam hati kita, agar bangkit dunia yang hakiki.”
4. Pandangan Ulama Sufi
Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan tentang fana’ dan baqa’, yaitu kematian diri palsu dan kebangkitan ruhani. Ini sejalan dengan tugas Israfil menurut Abuya:
- Tiupan sangkakala = proses spiritual menuju ma’rifatullah
- Israfil hadir melalui pengalaman batin yang menggetarkan ruh
Ibn Arabi juga menyebut bahwa “kiamat besar” adalah refleksi dari “kiamat kecil” yang terjadi dalam hati seorang salik (pencari Allah).
5. Tanda-Tanda Tiupan Israfil Dalam Diri
Menurut Abuya Muhammad Amin Yusuf, tanda-tandanya antara lain:
- Tiba-tiba merasa hampa dengan dunia dan pencapaian materi
- Mendadak tersadar tentang kefanaan hidup
- Hati yang dulu keras menjadi lunak dan mudah tersentuh
- Timbul dorongan kuat untuk kembali kepada Allah
- Rasa duka mendalam yang justru membawa pencerahan
6. Dalam Filsafat Islam
Filsafat Islam memandang kiamat bukan hanya sebagai akhir dunia, tapi juga simbol transformasi eksistensial. Al-Farabi menyebut tentang “intellective resurrection” – kebangkitan akal dari kebodohan menuju cahaya kebenaran.
Israfil dapat dilihat sebagai simbol kebangkitan ruhani yang mencabut manusia dari keterikatan duniawi kepada kesadaran hakiki.
7. Cara Menyambut Tiupan Israfil
- Jangan melawan perubahan: sambut setiap ujian sebagai cara Allah membangunkan kita
- Berdzikirlah dengan kalimat “La ilaha illallah” untuk mematikan ego
- Perbanyak khalwat (menyendiri) untuk mendengarkan tiupan ruhani Israfil
- Hadirkan hati dalam setiap ibadah agar siap dibangkitkan oleh Allah
“Yang mati bukan jasadmu, tapi egomu. Yang bangkit bukan tubuhmu, tapi ruhmu.”
8. Pertanyaan Untuk Tadabbur:
- Apakah aku sedang mengalami kiamat batin?
- Apa yang selama ini Allah hancurkan dalam hidupku, agar aku sadar?
- Sudahkah aku menyambut Israfil dengan kesiapan hati?
9. Penutup
Menurut Abuya Muhammad Amin Yusuf, Malaikat Israfil bukan hanya makhluk akhir zaman, tapi juga malaikat yang telah bekerja sekarang dalam hati setiap insan. Kiamat dalam diri adalah bagian dari proses kembali kepada Allah. Maka setiap rasa kehilangan, kehancuran, atau perubahan besar dalam hidup adalah tiupan Israfil yang mengundang kita menuju kehidupan yang lebih hakiki.




Tinggalkan komentar