Silsilah Mulia: Menelusuri Nasab Tuan Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani hingga Rasulullah ﷺ

Di antara sekian banyak wali Allah yang dikenang sepanjang zaman, Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani adalah sosok istimewa yang keberkahannya terus mengalir hingga hari ini. Tak hanya karena ilmunya yang dalam dan karomahnya yang luar biasa, tetapi juga karena beliau merupakan keturunan langsung dari Rasulullah ﷺ — melalui dua jalur sekaligus: Hasan dan Husain.

Berikut adalah penjabaran silsilah nasab beliau, sebagaimana tergambar dalam infografis:


🧬 Silsilah Jalur Ayah (Melalui Hasan bin Ali)

  1. Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani (471–561 H)
    Seorang wali agung, pendiri thariqah Qadiriyah. Lahir di Jilan, Iran, dan wafat di Baghdad. Dikenal dengan gelar Sulthonul Auliya’.
  2. Abu Sholeh Musa Jangi Dausat
    Ayahanda beliau. Seorang ahli ibadah dan zuhud yang menetap di kawasan Jilan.
  3. Abdullah bin Yahya az-Zahid
    Leluhur yang terkenal dengan kezuhudan dan wara’.
  4. Yahya az-Zahid bin Muhammad al-Akbar
    Seorang alim dari kalangan Ahlul Bait.
  5. Muhammad al-Akbar bin Dawud
    Salah satu keturunan Hasan yang hidup di masa dinasti Abbasiyah.
  6. Dawud bin Musa Ats-Tsani
    Putra dari Musa Ats-Tsani, dan bagian dari cabang keturunan Hasan.
  7. Musa Ats-Tsani bin Abdullah Ats-Tsani
    Ulama keturunan Hasan yang melanjutkan garis keturunan Ahlul Bait.
  8. Abdullah Ats-Tsani bin Musa al-Jun
    Keturunan langsung Hasan bin Ali. Nama Musa al-Jun sangat terkenal dalam silsilah Ahlul Bait.
  9. Musa al-Jun bin Abdullah al-Mahdiy
    Ulama besar di kalangan keturunan Ahlul Bait.
  10. Abdullah al-Mahdiy bin Hasan al-Mutsanna
    Abdullah al-Mahdiy dikenal sebagai tokoh yang wara’ dan zuhud.
  11. Hasan al-Mutsanna bin Hasan bin Ali
    Putra Sayyidina Hasan, cucu Rasulullah ﷺ. Ia menikah dengan Fatimah binti Husain.
  12. Hasan bin Ali bin Abi Thalib & Fatimah az-Zahra
    Putra sulung dari Rasulullah ﷺ, pemimpin pemuda surga.
  13. Ali bin Abi Thalib & Fatimah az-Zahra
    Sepasang tokoh agung Islam. Ali adalah khalifah keempat, dan Fatimah adalah putri Rasulullah ﷺ.
  14. Rasulullah Muhammad ﷺ
    Nabi terakhir, penutup para rasul, pembawa rahmat bagi seluruh alam.

🧬 Silsilah Jalur Ibu (Melalui Husain bin Ali)

  1. Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani
    Dari jalur ibunya yang bernama Ummul Khair Fatimah binti Sayyid Abdullah ash-Shouma’i.
  2. Sayyid Abdullah ash-Shouma’i bin Abu Jamaluddin
    Seorang alim dari kalangan keturunan Ahlul Bait.
  3. Abu Jamaluddin bin Muhammad
    Tokoh ruhani dari keturunan Husain.
  4. Muhammad bin Mahmud
    Ulama sufi yang wara’ dan ahli ibadah.
  5. Mahmud bin Abul ‘Atha Abdullah
    Termasuk jalur keturunan para imam suci dari keturunan Husain.
  6. Abul ‘Atha Abdullah bin Kamaluddin Isa
    Seorang tokoh ruhani Ahlul Bait.
  7. Kamaluddin Isa bin Abu Ala’uddin
    Nama yang dikenal dalam sejarah keturunan Husain.
  8. Abu Ala’uddin bin Ali Ridha
    Sayyid Ali Ridha adalah Imam ke-8 dalam silsilah Syiah Imamiyah.
  9. Ali Ridha bin Musa al-Kazim
    Imam kedelapan dari kalangan Ahlul Bait.
  10. Musa al-Kazim bin Ja’far as-Shadiq
    Imam ketujuh, terkenal karena keilmuan dan kesalehannya.
  11. Ja’far as-Shadiq bin Muhammad al-Baqir
    Imam keenam, pengajar utama ilmu fiqih dan tasawuf.
  12. Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin
    Imam kelima, yang terkenal karena ibadah dan kesabarannya.
  13. Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali
    Imam keempat, saksi tragedi Karbala, ahli ibadah yang zuhud.
  14. Husain bin Ali bin Abi Thalib & Fatimah az-Zahra
    Cucu Rasulullah ﷺ, pemimpin pemuda surga, syahid di Karbala.
  15. Ali bin Abi Thalib & Fatimah az-Zahra
    Keduanya adalah jalur penghubung utama seluruh keturunan Rasulullah ﷺ.
  16. Rasulullah Muhammad ﷺ
    Nabi akhir zaman, pembawa risalah Islam, rahmat bagi alam semesta.

🏅 Syeikh Abdul Qodir: Sayyid dari Dua Sisi

Dari penelusuran dua jalur ini, kita mengetahui bahwa Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani adalah Sayyid dari dua sisi — baik dari jalur Hasan (ayah) maupun jalur Husain (ibu), dua cucu Nabi Muhammad ﷺ yang dicintai dan dijanjikan surga.

Kebesaran beliau tidak hanya dari garis keturunan, tapi dari warisan ilmu, akhlak, dan perjuangan ruhani yang diteruskan dari datuknya, Rasulullah ﷺ.


📌 Penutup

Silsilah ini bukan sekadar catatan keturunan, tapi juga merupakan rantai emas spiritualitas yang menghubungkan kita dengan sumber cahaya, Rasulullah ﷺ. Dengan mengenal nasab mulia ini, kita diingatkan kembali bahwa para wali seperti Syeikh Abdul Qodir hadir membawa warisan nubuwah: ilmu, cinta, dan bimbingan ruhani.

Semoga kita bisa mengambil cahaya dari silsilah ini, dan menapaki jejak-jejak para kekasih Allah dengan hati yang rindu dan jiwa yang siap dibimbing.


Eksplorasi konten lain dari Langkah Sunyi di Jalan Pulang

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Saya adalah seorang jamaah dari Abuya KH. Amin Yusuf, pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda yang terletak di Kampung Kandang. Di bawah bimbingan beliau, saya belajar menapaki jalan Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN)—sebuah jalan ruhani yang menuntun hati untuk selalu hadir bersama Allah dalam setiap detik kehidupan.

Perjalanan ini bukan sekadar belajar ilmu, tetapi juga mendidik hati, membentuk adab, dan menyelami makna kehidupan sejati. Di pesantren, Abuya mengajarkan bahwa ilmu bukan hanya dihafal, tapi harus dihayati dan diamalkan. Dengan pendekatan thariqah yang halus namun dalam, saya belajar untuk memperbaiki diri, mengenal Tuhan, dan mencintai Rasulullah ﷺ dengan sebenar-benarnya cinta.

Melalui website ini, saya ingin mendokumentasikan perjalanan spiritual saya—bukan untuk menggurui, tetapi untuk berbagi. Barangkali ada secercah hikmah yang bisa dirasakan oleh siapa pun yang sedang mencari jalan menuju-Nya.

Let’s connect

Eksplorasi konten lain dari Langkah Sunyi di Jalan Pulang

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca