🌹 Sholawat “Ya Sayyidi Ya Rasulullah Khudz Biyadi”: Seruan Cinta Sejati kepada Nabi ﷺ

Sholawat sebagai Ekspresi Cinta

Sholawat adalah ungkapan cinta dan penghormatan umat Islam kepada Nabi Muhammad ﷺ. Melalui sholawat, umat menyampaikan kerinduan, harapan, dan permohonan syafaat kepada Rasulullah. Salah satu sholawat yang penuh makna dan sering dilantunkan oleh Abah Guru Sekumpul adalah “Ya Sayyidi Ya Rasulullah Khudz Biyadi”, yang berarti “Wahai Tuanku, Wahai Rasulullah, Peganglah Tanganku”.


📜 Teks Sholawat “Ya Sayyidi Ya Rasulullah Khudz Biyadi”

Tulisan Arab:

يَا سَيِّدِي يَا رَسُولَ اللهِ خُذْ بِيَدِي
مَا لِي سِوَاكَ وَلَا أَلْوِي عَلَى أَحَدٍ
فَأَنْتَ نُورُ الْهُدَى فِي كُلِّ كَائِنَةٍ
وَأَنْتَ سِرُّ النَّدَى يَا خَيْرَ مُعْتَمَدِي​

Tulisan Latin:

Yā Sayyidī Yā Rasūlallāhi khudz biyadī
Mā lī siwāka walā alwī ‘alā ahadin
Fa anta nūru al-hudā fī kulli kā’inatin
Wa anta sirru an-nadā yā khayra mu‘tamadī​YouTube+5PERJUANGAN TIADA AKHIR+5Media Blora+5Terjemahkitab+3Media Blora+3PERJUANGAN TIADA AKHIR+3

Terjemahan Bahasa Indonesia:

Wahai Tuanku, Wahai Rasulullah, peganglah tanganku
Tiada yang kumiliki selain Engkau, dan tiada tempatku bersandar selain kepada-Mu
Engkau adalah cahaya petunjuk dalam setiap makhluk
Dan Engkau adalah rahasia dari segala pemberian, wahai sebaik-baik sandaranku​Media Blora+1PERJUANGAN TIADA AKHIR+1YouTube+2PERJUANGAN TIADA AKHIR+2Media Blora+2Terjemahkitab+1Media Blora+1


🌟 Makna dan Keutamaan Sholawat Ini

Sholawat ini menggambarkan seorang hamba yang memohon pertolongan dan syafaat kepada Rasulullah ﷺ. Dengan menyatakan bahwa tiada tempat bersandar selain kepada Nabi, menunjukkan ketergantungan total seorang hamba kepada Rasulullah dalam mencari petunjuk dan rahmat Allah.​

Abah Guru Sekumpul sering melantunkan sholawat ini dalam majelis-majelisnya, mengajarkan kepada para jamaahnya untuk selalu mengingat dan mencintai Rasulullah ﷺ. Beliau menekankan bahwa melalui sholawat, hati menjadi tenang, jiwa menjadi damai, dan kehidupan menjadi berkah.​


🕌 Penutup: Menghidupkan Sholawat dalam Kehidupan Sehari-hari

Marilah kita menghidupkan sholawat dalam kehidupan sehari-hari, menjadikannya sebagai bagian dari ibadah dan wujud cinta kita kepada Rasulullah ﷺ. Dengan melantunkan sholawat “Ya Sayyidi Ya Rasulullah Khudz Biyadi”, kita memohon agar Rasulullah memegang tangan kita, membimbing kita menuju jalan yang diridhai Allah, dan memberikan syafaatnya di hari kiamat nanti.


Eksplorasi konten lain dari Langkah Sunyi di Jalan Pulang

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Saya adalah seorang jamaah dari Abuya KH. Amin Yusuf, pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda yang terletak di Kampung Kandang. Di bawah bimbingan beliau, saya belajar menapaki jalan Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN)—sebuah jalan ruhani yang menuntun hati untuk selalu hadir bersama Allah dalam setiap detik kehidupan.

Perjalanan ini bukan sekadar belajar ilmu, tetapi juga mendidik hati, membentuk adab, dan menyelami makna kehidupan sejati. Di pesantren, Abuya mengajarkan bahwa ilmu bukan hanya dihafal, tapi harus dihayati dan diamalkan. Dengan pendekatan thariqah yang halus namun dalam, saya belajar untuk memperbaiki diri, mengenal Tuhan, dan mencintai Rasulullah ﷺ dengan sebenar-benarnya cinta.

Melalui website ini, saya ingin mendokumentasikan perjalanan spiritual saya—bukan untuk menggurui, tetapi untuk berbagi. Barangkali ada secercah hikmah yang bisa dirasakan oleh siapa pun yang sedang mencari jalan menuju-Nya.

Let’s connect

Eksplorasi konten lain dari Langkah Sunyi di Jalan Pulang

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca