Sejatinya, manusia bukanlah tubuhnya.
Tubuh ini hanya pakaian sementara.
Yang sejati adalah ruh — yang terus rindu pulang ke asalnya, kepada Allah.
Dalam video ini kita diajak menyelami: betapa kehidupan ini adalah perjalanan ruhani, dan betapa hanya Nur Tauhid di hati yang akan menjadi bekal saat tubuh ini harus ditanggalkan.
Mari kita hayati, perlahan, dengan hati yang tenang dan terbuka.
Hakikat Diri: Ruh, Bukan Tubuh
Tubuh ini:
- Akan menua.
- Akan lemah.
- Akan kembali ke tanah.
Tetapi ruh:
- Abadi.
- Akan dipanggil menghadap Allah.
Allah berfirman:
وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ
“Sungguh, Kami telah menciptakan kamu, lalu Kami bentuk tubuhmu.” (QS. Al-A’raf: 11)
Refleksi:
- Di antara merawat tubuh dan merawat ruh, mana yang lebih sering kita utamakan?
Gundah, Cemas, Takut: Karena Kurang Cahaya
Semua rasa:
- Cemas.
- Takut.
- Gundah.
adalah tanda:
- Kurangnya Nur Tauhid dalam hati.
- Kurangnya kesadaran akan pengurusan Allah.
Solusinya:
- Bukan menambah harta.
- Bukan mencari hiburan.
Tapi:
- Menambah zikir.
- Menambah wirid.
- Menambah cinta kepada Allah dan Rasulullah ✨.
Refleksi:
- Saat gundah datang, apakah kita lebih memilih menenangkan hati dengan dunia, atau dengan mengingat Allah?
Wirid dan Sholawat: Permintaan Allah untuk Kebaikan Kita Sendiri
Wirid itu:
- Bukan sekadar rutinitas.
- Bukan untuk Allah — karena Allah Maha Kaya.
Tapi untuk kita:
- Menguatkan hati.
- Membuka Nur Tauhid.
- Mempercepat perjalanan ruhani.
Ibnu ‘Athaillah berkata dalam Al-Hikam:
مَا طَلَبَ مِنْكَ أَنْ تَبلُغَ إِلَيْهِ وَلَكِنْ طَلَبَ مِنْكَ أَنْ تَتَطَهَّرَ لَهُ
“Allah tidak meminta darimu untuk sampai kepada-Nya, tetapi meminta agar engkau menyucikan diri untuk-Nya.”
Refleksi:
- Apakah wirid kita hari ini lahir dari kesadaran cinta atau sekadar rutinitas?
Dunia: Pakaian Sementara, Bukan Tujuan
Dunia:
- Harus dijalani.
- Harus dihadapi.
Tetapi:
- Jangan menjadi tujuan.
- Jadikan semua usaha dunia sebagai ibadah.
Allah mengingatkan:
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللهُ الدَّارَ الْآخِرَة
“Carilah pada apa yang Allah karuniakan kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat.” (QS. Al-Qashash: 77)
Refleksi:
- Saat bekerja, berdagang, beraktivitas, adakah niat kita untuk mendekat kepada Allah?
Cinta kepada Rasulullah: Kunci Selamat Dunia dan Akhirat
Cinta kepada Rasulullah ✨:
- Harus lebih dalam dari cinta kepada siapapun.
- Harus menjadi puncak isi hati.
Karena:
- Cahaya Rasulullah adalah pemandu ruhani kita.
- Dengan sholawat, kita tersambung ke lautan cinta dan rahmat.
Refleksi:
- Di hati kita, siapakah yang paling kita rindukan: dunia, keluarga, atau Rasulullah?
Kesadaran Ruhani: Melihat Allah dalam Segala Sesuatu
Orang zuhud sejati:
- Tidak lari dari dunia.
- Tapi melihat Allah dalam semua keadaan.
Inilah thariqah (jalan):
- Bukan meninggalkan dunia.
- Tetapi menyaksikan Allah di balik semua peristiwa.
Refleksi:
- Dalam setiap kejadian hari ini, sudahkah kita melihat sentuhan tangan Allah?
Kesimpulan: Teruslah Pulang, Dengan Cahaya di Hati
Hidup ini adalah perjalanan pulang:
- Dengan salat yang bersujudkan ruh.
- Dengan wirid yang menghidupkan hati.
- Dengan sholawat yang menghubungkan ke Rasulullah.
Karena yang diterima Allah bukan banyaknya amal lahir, tapi sucinya ruh yang kembali.
Wallahu a’lam bishawab.
Penutup
Semoga Allah menjaga Nur Tauhid di hati kita,
memandu ruh kita dengan cinta dan rahmat,
hingga tiba dengan selamat di haribaan-Nya.
اللهم ارْجِعْ رُوُحَنَا إِلَيْكَ رَاضِيًا مِرْضيًّا مُقَبَّلاً غَيْرَ مَرْدود




Tinggalkan komentar