Setiap nafas kita adalah panggilan pulang.
Allah Maha Mengetahui kerinduan kita untuk kembali kepada-Nya, dan dengan kasih-Nya, Dia membentangkan jalan melalui ibadah, dzikir, dan cinta.
Video ini mengajarkan kepada kita: Hidup adalah perjalanan ruhani, dan salat serta zikir adalah kendaraan yang Allah anugerahkan untuk kembali pulang ke haribaan-Nya.
Mari kita hayati, perlahan, dalam keheningan hati.
Allah Mengetahui Kerinduan Kita untuk Pulang
Sejak awal:
- Allah menciptakan kita dari Nur Mustofa.
- Allah tahu dalam diri kita ada fitrah rindu untuk kembali.
Maka, berbagai bentuk ibadah diberikan:
- Agar hati tidak bosan.
- Agar ruh tetap berjalan.
Allah berfirman:
إِنَّ إِلَيْ رَبِّكَ الْمُنتَهى
“Sesungguhnya kepada Tuhanmulah tempat kembali (akhir segalanya).” (QS. An-Najm: 42)
Refleksi:
- Setiap salat, adakah hati kita merasa semakin dekat dengan Allah?
Beragam Ibadah: Menjaga Hati dari Kebosanan
Allah tahu:
- Manusia mudah bosan.
- Hati mudah jenuh.
Maka, ibadah dibuat beragam:
- Salat fardhu dan sunnah.
- Puasa, sedekah, membaca Al-Qur’an, dzikir, sholawat.
Semua untuk:
- Menyegarkan jiwa.
- Menjaga hati tetap berjalan pulang.
Refleksi:
- Sudahkah kita mengisi hari dengan variasi ibadah yang menjaga rasa cinta kepada Allah?
Salat: Jalan Musyahadah dan Kebangkitan Ruh
Salat bukan sekadar:
- Gerakan tubuh.
- Membaca lafaz.
Salat adalah:
- Tempat munajat: mengadukan rindu kepada Allah.
- Jalan musyahadah: menyaksikan Allah dengan hati.
- Pembersih hati: menghilangkan virus dosa.
- Kendaraan ruhani: membawa ruh menembus langit, kembali ke Nur Tauhid.
Ibnu ‘Athaillah berkata dalam Al-Hikam:
الصلاة معراج الروح
“Salat adalah mi’raj (pendakian) ruh.”
Refleksi:
- Ketika salat, apakah ruh kita bergerak mendekat kepada Allah?
Zikir dan Sholawat: Jalan Cepat Menuju Allah
Dalam keletihan perjalanan:
- Zikir menguatkan ruh.
- Sholawat membimbing hati berselera kepada Allah.
Karena:
- Rasulullah ✨ adalah makhluk paling berselera kepada Allah.
- Cinta kepada Rasulullah menumbuhkan cinta kepada Allah.
Dengan zikir dan sholawat:
- Jalan pulang menjadi lebih ringan.
- Ruh lebih cepat melewati hijab dunia.
Refleksi:
- Seberapa sering kita membasahi lidah dan hati dengan zikir dan sholawat?
Amal Tanpa Menuntut Imbalan
Dalam perjalanan ini:
- Jangan menuntut balasan.
- Jangan merasa berhak mendapatkan sesuatu.
Semua amal:
- Hanya karena anugerah Allah.
- Bukan kekuatan kita.
Allah berfirman:
وَمَا تَفَعَلُونَ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللهَ بِهِ عَلِيمٌ
“Apa saja kebaikan yang kamu lakukan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 215)
Refleksi:
- Apakah amal kita masih berharap imbalan dunia, atau cukup diterima Allah saja?
Tanda Amal Diterima: Perubahan Hati
Tanda bahwa amal kita diterima:
- Ada perubahan dalam hati.
- Ruh menjadi lebih bersih.
- Dunia makin mengecil di mata.
- Allah makin membesar di jiwa.
Bukan sekadar:
- Bertambah harta.
- Bertambah kedudukan.
Refleksi:
- Setelah ibadah, adakah perubahan ke arah yang lebih bersih dan lebih cinta kepada Allah?
Kesimpulan: Teruslah Pulang, Teruslah Berjalan
Hidup ini bukan untuk berhenti.
Hidup ini adalah perjalanan pulang:
- Dengan salat yang hidup.
- Dengan zikir yang membangkitkan ruh.
- Dengan cinta kepada Rasulullah.
Karena Allah menunggu kita pulang, dan perjalanan ini hanya akan sempurna bila hati kita sepenuhnya kembali kepada-Nya.
Wallahu a’lam bishawab.
Penutup
Semoga Allah menjaga semangat pulang di hati kita,
menghidupkan ruh kita dalam cahaya zikir,
dan membimbing kita dengan cinta Rasulullah hingga tiba dengan selamat.
اللهم ارْجِعْ رُوُحَنَا إِلَيْكَ مَقْبولًا مُنوَّرًا مَعَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.




Tinggalkan komentar