Kita ini ruh yang sedang singgah.
Tubuh ini hanyalah pakaian, kontrakan yang sebentar lagi akan ditinggalkan.
Segala urusan — dari rambut hingga pikiran — sebenarnya bukan milik kita, tetapi milik Allah, diurus oleh-Nya dengan kasih sayang.
Video ini membimbing kita untuk menyadari: tugas kita bukan sekadar hidup di dunia, tetapi pulang ke Allah dalam keadaan bercahaya Nur Tauhid.
Mari kita resapi, perlahan, dengan jiwa yang rindu pulang.
Tubuh Hanyalah Kontrakan, Ruh Adalah Diri Sejati
Di dunia ini:
- Kita meminjam tubuh.
- Kita menyewa waktu.
Tetapi ruh adalah hakikat yang akan pulang ke asalnya.
Allah berfirman:
وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوْحِي
“Kemudian Aku tiupkan ke dalamnya ruh-Ku.” (QS. Al-Hijr: 29)
Refleksi:
- Apakah kita lebih merawat tubuh yang fana, atau ruh yang abadi?
Segala Urusan Diurus oleh Allah
Setiap:
- Gerakan rambut.
- Kedipan mata.
- Lintasan hati.
Semuanya dikelola oleh Allah, tanpa pernah lelah.
Ibnu ‘Athaillah berkata dalam Al-Hikam:
لَوْ وُكِّلَكَ اللهُ إِلَى نَفْسِكَ لَعَجَزَتَ عَنْهَا
“Seandainya Allah membiarkanmu mengurus dirimu sendiri, niscaya engkau akan binasa.”
Refleksi:
- Dalam setiap usaha kita, adakah kita melihat tangan kasih Allah yang mengurus semuanya?
Menjaga Nur Tauhid: Bekal Pulang yang Hakiki
Nur Tauhid:
- Cahaya keesaan Allah dalam hati.
- Harus dijaga, dipelihara, dan diperkuat.
Dengan mengaji ruhani:
- Kita memperkuat Nur Tauhid.
- Menjaga hati dari virus dunia.
- Menumbuhkan iman hingga melahirkan makrifat (irfan).
Refleksi:
- Apa yang lebih kita rawat: kekayaan dunia, atau kekayaan ruhani?
Mursyid: Lentera yang Membimbing Ruh
Untuk lahirnya ruh menuju kesadaran:
- Dibutuhkan mursyid sejati.
- Dibutuhkan tarbiyah ruhani.
Seperti anak ayam yang dierami induknya,
demikianlah ruh membutuhkan panas cinta mursyid hingga bisa menetas.
Refleksi:
- Sudahkah kita bersungguh-sungguh mencari dan menjaga hubungan dengan mursyid yang benar?
Adab terhadap Allah: Tidak Mengaku-ngaku
Allah melarang:
- Mengaku memiliki sesuatu yang bukan hak kita.
- Apalagi mengaku memiliki sifat-sifat Allah.
Segala kekuasaan, kekuatan, kecerdasan:
- Milik Allah semata.
- Kita hanya menerima titipan.
Refleksi:
- Dalam hati, adakah kita merasa ‘memiliki’ amal dan kehebatan diri?
Kesimpulan: Pulang Sebelum Kontrakan Ini Habis
Sebelum tubuh ini dipulangkan ke tanah,
sebelum ruh ini kembali ke pangkuan-Nya,
Mari:
- Jaga Nur Tauhid sebaik-baiknya.
- Jangan merasa memiliki apa-apa.
- Bergantung total kepada Allah dalam lahir dan batin.
Karena pulang yang diterima adalah pulang yang membawa Nur, bukan pulang membawa debu dunia.
Wallahu a’lam bishawab.
Penutup
Semoga Allah menjaga Nur Tauhid di hati kita,
memandu ruh kita hingga kembali dengan selamat,
dan menerima kita sebagai hamba yang bersih dan bercahaya.
اللهم ارْجِعْ رُوُحَنَا إِلَيْكَ طَاهِراً مُنَوَّراً مَقْبولاً غَيْرَ مَرْدود




Tinggalkan komentar