catatan ruhani Abundance Revolution 369 dalam Cahaya Islam dan Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah
Semakin Kucari Ketenangan, Semakin Banyak yang Harus Kulepas
Aku pernah menyangka ketenangan bisa dibangun…
…dari pencapaian.
…dari pengakuan.
…dari orang-orang yang memuji dan mencintaiku.
Tapi semakin kucari di luar, semakin kosong batinku di dalam.
Hingga suatu hari aku menghadap sajadah dan berkata:
“Ya Allah, aku tak tahu lagi harus apa. Ajari aku caranya tenang…”
Dan dalam sunyi itu, hatiku menjawab:
“Lepaskan.”
Abundance Revolution Menyebutnya Letting Go — Tapi Thariqah Menyebutnya Tajarrud
Letting go bukan sekadar menenangkan pikiran.
Dalam jalan thariqah, letting go adalah tajarrud —
melepaskan segala sesuatu yang menghalangi pandanganmu kepada Allah.
“Wahai salik, selama engkau masih menyimpan luka dan dendam,
hati itu tidak akan jadi wadah bagi cahaya-Nya.”
Apa yang Harus Dilepas? Bukan Dunia, Tapi Ikatan Batin Terhadap Dunia
Yang membuat sesak bukan karena kita punya harta,
tapi karena hati kita bergantung pada harta itu.
Yang membuat terluka bukan karena orang menyakiti,
tapi karena kita masih menggenggam harapan pada selain Allah.
﴿ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّۭا لِّلَّهِ ﴾
“Dan orang-orang yang beriman, sangat dalam cintanya kepada Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 165)
Aku Belajar Melepaskan Luka, Bukan Karena Kuat—Tapi Karena Ingin Pulang
Saat aku duduk dalam dzikir,
aku temukan satu demi satu luka masa lalu yang masih berdiam dalam diriku.
Luka ditolak. Luka disalahpahami. Luka ditinggal.
Lalu aku sadar, bahwa luka-luka itu tak hilang karena waktu, tapi karena diterima.
Aku berbisik pada diriku:
“Wahai luka, engkau bukan musuh. Engkau adalah guru.”
Dan pada Allah aku berdoa:
“Jika Engkau menakdirkanku terluka, maka ajari aku cara mencintai-Mu lewat luka itu.”
Angka 9 dalam Abundance Revolution Adalah Puncak — Dalam Islam Itu Maqam Tajalli
Dalam 9 tahapan pelepasan diri, kita menemukan:
- Menerima luka
- Melepaskan kontrol
- Syukur bahkan atas air mata
- Muraqabah—menyadari kehadiran Allah
- Dzikir—membersihkan hati
- Taubat—menghapus beban jiwa
- Fana’—melebur dalam kehendak-Nya
- Sakinah—ketenangan yang turun dari langit
- Tajalli—Allah menampakkan kehadiran-Nya di hati
“Ketika engkau tak lagi menjadi siapa-siapa,
barulah Allah menjadi segalanya di dalam dirimu.”
Aku Tidak Lagi Ingin Sembuh. Aku Hanya Ingin Ridha
Ada luka yang tak pernah sembuh.
Ada kehilangan yang tak pernah tergantikan.
Ada air mata yang tak bisa dijelaskan.
Tapi di tengah itu semua,
aku menemukan rasa yang lebih tinggi dari bahagia…
yaitu ridha.
﴿ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ﴾
“Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya.”
(QS. Al-Bayyinah: 8)
🌿
Angka 9 bukan akhir perjalanan, tapi awal dari kemerdekaan hati.
Lepaskan luka, bukan karena tak peduli, tapi karena engkau terlalu ingin diisi oleh Allah.
Dan hanya hati yang kosong dari selain-Nya… yang layak dipenuhi oleh cahaya-Nya.
قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّىٰهَا • وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya. Dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.”
(QS. Asy-Syams: 9–10)




Tinggalkan komentar