Abundance Revolution 369 dalam Cahaya Islam dan Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah.”

Hari Hari Berlalu… Tapi Apa yang Berubah?
Langkah demi langkah.
Satu demi satu pintu hati terbuka.
Pelan… tapi dalam.
Sunyi… tapi menyala.
Perjalanan ini bukan tentang menjadi luar biasa,
tapi tentang menjadi hamba yang sadar.
Sadar bahwa semua yang dicari di luar,
ternyata sudah lama disediakan di dalam:
“Cinta, maaf, cukup, tenang, damai, rezeki, dan Allah.”
Hamba yang Tenang: Bukan yang Sempurna, Tapi yang Berserah
Ketenangan bukan milik orang yang bebas masalah.
Tapi milik mereka yang tidak lagi melihat dunia sebagai lawan.
Mereka yang berkata:
“Apa pun yang Engkau beri, ya Allah, itulah yang terbaik.”
Itulah hamba yang ridha,
dan hati seperti ini…
akan dikenal oleh langit.
Dikenal Langit: Ketika Malaikat Menyebut Namamu di Hadapan Tuhanmu
“Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang berkeliling mencari majelis-majelis dzikir…”
(HR. Bukhari dan Muslim)
“Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril: ‘Sesungguhnya Aku mencintai Fulan, maka cintailah dia…’”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Tak perlu viral di bumi.
Cukup disukai oleh langit.
Dan langit mencintai hati yang bersih, pasrah, dan hanya mengingat Allah.
Kelimpahan Sejati: Bukan Lagi Tentang Mendapatkan, Tapi Menjadi
Setelah hari ini, kita tidak lagi ingin memiliki segalanya.
Cukup satu doa yang selalu dipelihara:
“Ya Allah, jadikan aku hamba yang Kau cintai… meski dunia tak mengenalku.”
Penutup: Jika Hari Ini Tak Lagi Mengejar Apa-Apa… Maka Di Situlah Allah Turun Menyapa
Saat diri tidak ingin lebih tinggi…
Allah-lah yang meninggikan.
Saat tidak sibuk mengatur hidup…
Allah-lah yang menata dengan rapi.
Dan saat hati tenang bersama dzikir…
Langit pun membuka pintu:
“Masuklah wahai jiwa yang tenang…”
(QS. Al-Fajr: 27)
🌿
Abundance Revolution yang sejati adalah kesadaran bertahap,
bahwa kelimpahan itu bukan sesuatu yang dicari, tapi diingatkan kembali.
Dan seorang salik, bukan pencipta keajaiban.
Ia hanyalah penyaksi cinta Allah yang hadir dalam tiap desah nafas, tiap detik sujud, tiap lafaz dzikir.
📿 Terima kasih telah menapaki 9 seri catatan ini. Semoga Allah menjadikan hati ini lebih ringan, hidup ini lebih jernih, dan ruh ini lebih dekat kepada-Nya.




Tinggalkan komentar