Renungan Tentang Luka yang Datangnya dari Dalam

Kadang aku merasa lelah,
bukan karena dunia terlalu kejam…
tapi karena aku terlalu kejam pada diriku sendiri.
Aku memaksa diriku kuat,
padahal sedang hancur.
Aku menuntut diriku tegar,
padahal ingin menangis.
Aku menyuruh diriku tersenyum,
padahal dada ini sempit dan penuh sesak.
Setiap hari, aku menjadi orang yang semua orang butuhkan:
anak yang membanggakan,
teman yang menghibur,
pekerja yang bisa diandalkan,
hamba yang harusnya selalu bersyukur.
Tapi di balik semua peran itu,
ada aku…
yang sering merasa lelah karena tak punya tempat untuk menjadi apa adanya.
Tak ada yang memaksaku,
tapi aku seperti memaksa diriku sendiri untuk selalu terlihat baik-baik saja.
Aku takut dianggap lemah,
takut dikira tak beriman,
takut dicap tak tahu bersyukur.
Padahal bukan itu…
bukan itu yang aku rasakan.
Aku hanya… lelah.
Terlalu banyak yang kupendam.
Terlalu sering kuminta diriku untuk bertahan…
tanpa sempat duduk dan berkata dengan jujur:
“Aku sedang tidak baik-baik saja, Ya Allah… tapi aku ingin kembali pulih.”
Aku sadar,
bahwa terkadang musuh terbesarku bukan dunia,
bukan orang lain,
tapi diriku sendiri yang lupa berbelas kasih pada dirinya sendiri.
Aku lupa, bahwa aku ini hamba,
bukan malaikat.
Aku lupa, bahwa aku ini manusia,
yang boleh menangis di hadapan Allah,
boleh jatuh…
asal tidak lupa bangun dengan membawa-Nya dalam dada.
Hari ini aku ingin belajar memaafkan diriku.
Bukan untuk menyerah,
tapi untuk berdamai.
Aku ingin berkata pada jiwaku:
“Tak apa jika hari ini kau lambat…
tak apa jika hari ini kau merasa lemah.
Yang penting, kau masih mau kembali pada Allah.”
Karena di hadapan-Nya,
tak ada syarat untuk kuat.
Cukup jujur.
Cukup pulang.
Cukup menangis, lalu biarkan Dia yang memeluk.
Dan jika suatu hari aku kembali keras pada diriku,
aku ingin renungan ini mengingatkanku:
“Rahmat Allah itu lebih luas dari semua kesalahan,
dan cinta-Nya lebih dalam dari luka mana pun.”
“Dan Kami tidak menghendaki kesulitan bagimu dalam agama…”
(QS. Al-Baqarah: 185)




Tinggalkan komentar