Malam ini, kami memulai tahun baru Hijriah bukan dengan pesta atau hura-hura…
Tapi dengan tunduk, diam, dan dzikir.
Kami membaca Ayat Kursi 360 kali, karena di dalamnya terhimpun cahaya tauhid yang memagari jiwa.
360 — bukan angka sembarangan — ia melambangkan seluruh sendi diri, seluruh arah kehidupan, seluruh hari yang akan kami lalui di tahun ini.
Dan kami ingin,
agar setiap sendi itu dilindungi oleh kalam Allah,
agar setiap langkah kami berada dalam penjagaan-Nya.
Setelahnya kami berzikir:
“Lā ilāha illā Allāh”
Kami ulangi…
Bukan sekadar lisan, tapi dari dalam dada, dari nafas yang mengalir, dari jiwa yang ingin kembali.
Kami ingin mengingat bahwa selain Allah, semuanya fana.
Jabatan, rencana, harta, dan bahkan umur…
Tak ada artinya tanpa Allah.
Di akhir, kami menengadahkan tangan…
Bukan untuk meminta dunia,
Tapi agar Allah membimbing langkah kami di tahun yang baru ini.
Wahai Allah,
Bukan tahun baru yang kami cari,
Tapi hati yang baru…
Hati yang lebih lembut, lebih sadar, lebih dekat kepada-Mu.
Jadikan kami hamba yang terjaga, bukan hanya dari gangguan luar,
tapi juga dari kelalaian dalam.
Wahai Allah,
Berikan kami tahun yang penuh cahaya,
Bersama guru kami,
Bersama orang-orang yang mencintai-Mu,
Bersama dzikir yang terus hidup,
Sampai ruh ini Engkau panggil dengan kalimat
“Lā ilāha illā Allāh”…




Tinggalkan komentar