Waktu tetap membelah segalanya
bahkan yang berusaha
tampak utuh.
Kita pernah menghitung hari
dari bunyi yang tergantung
di dinding ruang belajar
dan menyebut esok
tanpa perlu alasan.
Sekarang bunyi itu masih sama
hanya saja
hari tidak lagi kita panggil
dengan suara keras.
Aku mengenali banyak hal
dari kebiasaan kecil:
jarak benda
arah duduk
cara berhenti sebelum selesai.
Beberapa orang juga tahu
kapan diam
lebih rapi
daripada penjelasan.
Kota menambah nama
jalan bertambah cabang
namun selalu ada
ruang yang tidak ditandai
dan tidak meminta didatangi.
Kadang sebuah kalimat
cukup disusun
lalu ditinggalkan
bukan karena keliru
melainkan karena
ia sudah sampai
pada pengertiannya sendiri.
Ada tanya
yang tetap utuh
justru karena
tidak pernah dikirim.
Kita tidak kehilangan apa pun.
Beberapa hal
hanya berubah fungsi—
seperti jam
yang tetap berdetak
meski tak lagi ditanya
pukul berapa.

-catatan malam-


Eksplorasi konten lain dari Langkah Sunyi di Jalan Pulang

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar

Saya adalah seorang jamaah dari Abuya KH. Amin Yusuf, pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda yang terletak di Kampung Kandang. Di bawah bimbingan beliau, saya belajar menapaki jalan Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN)—sebuah jalan ruhani yang menuntun hati untuk selalu hadir bersama Allah dalam setiap detik kehidupan.

Perjalanan ini bukan sekadar belajar ilmu, tetapi juga mendidik hati, membentuk adab, dan menyelami makna kehidupan sejati. Di pesantren, Abuya mengajarkan bahwa ilmu bukan hanya dihafal, tapi harus dihayati dan diamalkan. Dengan pendekatan thariqah yang halus namun dalam, saya belajar untuk memperbaiki diri, mengenal Tuhan, dan mencintai Rasulullah ﷺ dengan sebenar-benarnya cinta.

Melalui website ini, saya ingin mendokumentasikan perjalanan spiritual saya—bukan untuk menggurui, tetapi untuk berbagi. Barangkali ada secercah hikmah yang bisa dirasakan oleh siapa pun yang sedang mencari jalan menuju-Nya.

Let’s connect

Eksplorasi konten lain dari Langkah Sunyi di Jalan Pulang

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca