-
Continue reading →: Mencari Harta yang Sudah Kita Genggam“Mengapa hidupku terasa biasa-biasa saja? Padahal aku sudah Muslim. Aku sudah beriman. Aku shalat, aku puasa. Tapi hati ini tetap kosong. Hambar. Seperti menjalani hidup yang datar tanpa makna.” Kalimat ini mungkin pernah terucap dalam benakmu—atau mungkin diam-diam sedang engkau rasakan saat ini. Dan jawabannya bukan karena kurangnya ibadah, bukan…
-
Continue reading →: Apakah Untuk Bahagia Harus Sukses Dahulu?Pertanyaan ini sering terdengar bijak.Tapi di baliknya tersembunyi kesalahpahaman besar tentang hidup. Karena kalau sukses dulu baru bahagia,maka kita menunda rasa syukur.Kita menggantungkan senyuman pada sesuatu yang belum pasti.Dan kita menjadikan hidup ini lomba yang tak pernah selesai. Guru kami berkata:Kalian belum bahagia… karena belum merasa beruntung.Padahal keberuntungan itu bukan…
-
Continue reading →: BERUNTUNG: Satu Kata, Sejuta Makna yang Kita AbaikanPernahkah kita duduk diam dalam gelapnya malam, lalu bertanya pada diri sendiri: “Apa aku benar-benar beruntung?” Manusia mengejar banyak hal. Kekayaan. Jabatan. Cinta. Kekuasaan. Tapi ironisnya, semakin banyak yang dikejar, semakin dalam kekosongan yang dirasa. Sebab, kita lupa. Lupa pada satu kata yang sering kita ucapkan tapi tak pernah kita…
-
Continue reading →: Mengapa Shalatmu Tidak Berpengaruh? Temukan JawabannyaBerdiri tanpa hati, hanyalah gerakan. Ruku’ tanpa hati, hanyalah lipatan tubuh. Sujud tanpa hati, hanyalah penundukan kepala. Tahiyat tanpa hati, hanyalah duduk kosong yang menunggu salam.
-
Continue reading →: Mi’raj Sang Hamba: Tafsir Sufistik atas Gerakan ShalatJika engkau shalat dan tidak berubah, maka bukan shalatmu yang salah, tapi hatimu belum ikut berdiri, belum ikut ruku’, belum ikut sujud, dan belum ikut tahiyat.”
